
Anda mungkin pernah mendengar ajaran mengenai setitik api. Ada 4 orang masing – masing diberi setitik api. Api orang pertama menjadi bara api yang besar, api orang kedua kecil dan hampir tak terlihat, api orang kedua lumayan besar sedangkan api orang keempat adalah api yang paling besar dari ketiga temannya.
Pada mulanya mereka berempat diberi titik api berukuran sama, entah dengan cara mereka masing – masing, mereka mengubah api kecil itu sesuai dengan kemampuan mereka, ada yang besar, ada yang kecil, sedang, dan ada yang sangat besar. Ini juga menunjukan kita, kadang kita protes kepada Tuhan : Tuhan kenapa saya miskin terus? Tuhan kenapa saya tidak bisa sepintar dia? Tuhan kenapa saya tidak setampan/secantik dia? , betul atau betul? Itulah yang sering kita lakukan dalam hidup kita. Perlu kita sadari bahwa kita diberi titik api yang sama, kita diberi kemampuan yang sesuai dengan diri kita. Tetapi setelah kita diberi kita sendiri tidak mensyukuri dan tidak mengembangkan apa yang kita miliki, seperti orang kedua yang apinya semakin kecil dan hampir tak terlihat. Semua tergantung pada kita bukan pada orang lain. Maukah kita kembangkan api kecil tadi menjadi besar? Jangan ingin api milik orang lain, milik mu lah yang sesuai dengan diri mu. Kembangkan, kembangkan dan kembangkan terus sampai kamu bisa.
Be The Best..............................
Selasa, 12 Mei 2009
Setitik Api
Diposting oleh Andy Pratama di 06.20 0 komentar
Label: Inspirasi Today, Motivation Story
Senin, 04 Mei 2009
Berani Menyuarakan Kebenaran
“If people would dare to speak …, there would be a good deal less
sorrow in the world a hundred years hence. – Jika orang-orang berani
bicara …, dipastikan kesedihan di dunia ini akan berkurang bahkan
dalam seratus tahun berikutnya.”
~ Samuel Butler
The Way of All Flesh
Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah kisah nyata yang
terjadi di Cina tentang kecelakaan tragis di area Tiger Taming Hill.
Kisah nyata tersebut mengungkap detik-detik sebelum kecelakaan
terjadi. Berawal ketika 3 begundal yang kejam dan bengis memaksa
seorang wanita sopir bis untuk melakukan tindak asusila.
Sementara itu sebagian besar penumpang tidak sedikit pun peduli.
Hati nurani mereka seakan tertutup rapat. Namun ada seorang pria
paruh baya yang berusaha melawan keganasan para begundal itu dengan
sekuat tenaga dan berteriak kepada rekannya sesama penumpang agar
mau menolong. Tetapi usahanya sia-sia, karena tak satupun diantara
para penumpang itu bergeming. Sehingga pria itupun terjungkal
kesakitan setelah dihajar oleh 3 begundal.
Setelah diperlakukan tidak senonoh, si sopir cantik itu justru
berubah menjadi bersikap aneh. Ia tidak menunjukkan kesedihan, namun
berlaku kasar kepada pria yang tadi berusaha menolongnya. Dengan
nada suara keras sopir wanita tersebut balik mengusir pria tadi agar
segera turun dari bis dan mengancam tidak akan mengemudikan bis bila
pria tersebut nekat bertahan.
Pria tersebut menolak pergi. Tetapi tiba-tiba beberapa penumpang
lain yang bertubuh kekar menyeret pria tersebut turun lalu
melemparkannya di jalanan tanpa belas kasihan sedikit pun. Pria
itupun tersungkur bersama tas bawaannya.
Sopir tersebut kemudian mengemudikan bis dengan kecepatan sangat
tinggi. Tak seorangpun menduga bila sopir wanita itu tiba-tiba
menghempaskan arah kemudi bis ke tebing curam. Keesokan harinya
berbagai media surat kabar mengabarkan kecelakaan tragis yang
menewaskan seluruh penumpang termasuk sang sopir cantik. Sebuah
surat kabar menyebutkan bahwa pria paruh baya itu menangis histeris
setelah membaca berita tersebut dari surat kabar.
Kita dapat melihat begitu berat menjalani peran seperti sosok pria
paruh baya yang ada dalam kejadian di atas. Upaya yang begitu keras
untuk menolong justru membuatnya dimusuhi dan dihajar habis-habisan
oleh para begundal yang kejam. Ia harus menghadapi kenyataan pahit,
karena usahanya meneriakkan moralitas kandas di tengah sikap para
penumpang yang acuh tak acuh.
Memang selalu ada risiko bila kita mencoba berbicara entah lewat
kata-kata maupun perbuatan yang berlandaskan moralitas. Tetapi
bercermin dari kisah tersebut, ternyata kita akan menanggung risiko
yang lebih buruk atas kebisuan. Mungkin kita akan semakin sering
melihat, mendengar, atau bahkan mengalami sendiri kisah tragis itu,
apabila kita tidak peduli alias membutakan mata terhadap tindak apa
pun yang mengabaikan moralitas.
Jadi jangan ragu untuk menyuarakan kebenaran. Tetapi terlebih dahulu
perbaiki diri, terutama sikap kita agar sesuai dengan nilai-nilai
moralitas. Bersikaplah waspada untuk terus memperbaiki diri, karena
perubahan itu terjadi secara perlahan tanpa kita sadari.
Sementara itu, kumpulkan keberanian sebelum menghadapi situasi yang
tidak menguntungkan. “Summon your courage, whatever it takes to get
that courage, wherever that source of courage is for you. –
Kumpulkan keberanianmu, bagaimanapun caranya dan dimanapun Anda bisa
mendapatkannya, ” kata Dr. Marsha Houston, dekan fakultas studi
komunikasi universitas Alabama-AS. Keberanian Anda akan semakin
besar untuk mengungkapkan ketidaksepahaman hati bila didasari
motivasi ingin menegakkan moralitas.
Kita dapat melihat bagaimana keberanian Sumidjan, seorang tokoh
penggiat gerakan anti KKN asal Bontang. “Saya prihatin dengan
keadaan bangsa ini. Kalau dibiarkan (KKN), bangsa ini akan
bangkrut,” demikian ujar Sumidjan. Pria yang hanya tamatan SLTP itu
beranggapan bahwa para koruptor adalah biang keterpurukan rakyat
kecil sehingga mereka hidup terlunta-lunta. Sumidjan kerap berdemo
dan mengkritik penguasa di kota Bontang.
Motivasi Sumidjan semata-mata adalah ingin moralitas ditegakkan di
kalangan pejabat, wakil rakyat, pemerintahan maupun penegak hukum.
Tak mengherankan jika ia pantang menyerah meskipun sering menjadi
korban tindak kekerasan, diancam dan dihajar preman saat berdemo.
Pria yang sudah mendapatkan Tiga Pilar Award 2007 dari Meneg PAN
Taufik Effendi itu juga telah dilaporkan ke polisi dan divonis
penjara 3 bulan, dan rumahnya nyaris dibakar, usahanya berjualan es
campur di Bontang disabotase dan lain sebagainya. Semua itu tidak
membuatnya surut langkah, bahkan sampai saat ini ia bertambah gencar
melakukan aksi demo memprotes para koruptor yang tidak bermoral.
Jangan pula kita takut untuk menyuarakan kebenaran, selama tindakan
tersebut dilakukan untuk membela kepentingan semua orang tanpa
membeda-bedakan. “Jika Anda menjuluki seseorang secara rasis, maka
sebuah tembok akan membentengi Anda dan dirinya. – If you simply
call someone a racist, a wall goes up,” ungkap Dr. K.E. Supriya,
seorang profesor ahli komunikasi di Universitas Wisconsin-Milwaukee ,
dan ahli dalam aturan gender dan indentitas budaya dalam komunikasi.
Menyuarakan kebenaran adalah salah satu cara untuk memberi makna
bagi diri kita sebagai umat manusia. Namun di tengah kultur
kehidupan yang semakin individualis dan mendewakan materialisme
seperti saat ini, upaya menyuarakan kebenaran pasti mendapatkan
tantangan cukup berat. Tetapi selama kita berkomitmen untuk
memperjuangkan nilai-nilai moralitas maka suatu saat pasti kita akan
memetik hasil yang positif pula.[aho]
Sumber: Berani Menyuarakan Kebenaran oleh Andrew Ho adalah seorang
pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller
Diposting oleh Andy Pratama di 18.26 0 komentar
Label: Motivation Story
Belajar Kungfu
Pada suatu ketika, ada seorang pemuda menemui seorang guru Kungfu. Guru tersebut kemudian menanyakan tujuan kedatangan pemuda itu. Dengan sopan pemuda itu menjawab, “Saya ingin belajar Kungfu, menjadi murid Guru.”
“Kelak, saya ingin menjadi guru Kungfu yang hebat dan disegani di negeri ini,” lanjut pemuda itu.
“Bagus. Keinginanmu cukup bagus,” puji sang guru.
Kemudian pemuda itu memberanikan diri untuk bertanya, “Maaf Guru, kalau boleh saya bertanya. Berapa lamakah waktu yang akan saya butuhkan untuk menjadi seorang guru kungfu yang paling hebat di negeri ini?”.
“Sekurang-kurangnya 10 tahun,” jawab sang guru singkat.
“Sepuluh tahun? Bukankah itu terlalu lama, Guru? Bagaimana jika saya melipatgandakan usaha saya? Berapa lama waktu yang akan saya butuhkan?” tanya sang pemuda gelisah.
Sang guru tidak segera menjawab. Ia menatap pemuda itu. Lalu dengan dengan tegas berkata, “Dua puluh tahun!”
Pemuda itu terhenyak oleh jawaban sang guru. “Lalu, kalau saya berlatih siang malam dan tidak istirahat, berapa lama waktu yang dibutuhkan?” desak pemuda itu.
Dengan cepat dan singkat, sang guru menjawab, “Tiga puluh tahun!”
Ia ingin bertanya sekali lagi, berharap jawaban sang guru kali ini dapat memuaskan hatinya. “Kenapa saya lebih rajin, waktu yang dibutuhkan lebih lama ?” tanya pemuda sangat ingin tahu.
“Jika suatu pekerjaan dikerjakan dengan terburu-buru, maka pekerjaan itu tidak akan pernah dapat diselesaikan dengan baik. Sama, jika kamu terburu-buru ingin menguasai jurus-jurus kungfu yang hebat lalu menjadi guru kungfu yang luar biasa, maka kamu juga tidak akan pernah mencapai semua itu. Sangat masuk akal bukan?” jelas sang guru.
Pesan :
Suatu prestasi atau hasil yang istimewa memerlukan proses yang tidak selalu mudah dan cepat. Vincent Van Gogh menjelaskan, “Pencapaian yang hebat bukan dilakukan dengan dorongan kuat semata-mata, tetapi adalah gabungan seri langkah-langkah yang kecil.” Proses mencapai semua itu bukan hanya memerlukan upaya yang keras, diperlukan pula standar sikap, kompetensi, keimanan, serta visi sesuai dengan hasil yang diinginkan.
Bila ingin mendapatkan hasil yang lebih baik, maka kualitas sikap, kompetensi, keimanan kuat, serta visi juga harus jauh lebih baik. Hasil yang lebih besar harus didahului oleh peningkatan kualitas kelima faktor seperti yang disebutkan tadi. Artinya, sejalan dengan proses itu sendiri, kualitas sikap, kompetensi, keimanan, serta visi akan mengikuti standar hasil yang ingin dicapai.
Semakin tinggi kesabaran dan komitmen untuk mengikuti setiap tahap prosesnya, maka hasil yang diperoleh juga akan semakin istimewa. “Dari pengamatan riwayat tokoh-tokoh sukses di dunia ini, kita mendapatkan bahwa mereka mengalami ujian dan tantangan yang besar baru bisa berhasil. Sebelum sebuah tugas yang berat diberikan, kita akan selalu diuji dengan berbagai cara,” terang Dr. Napoleon Hill. Maka ciptakan impian sekaligus melengkapinya dengan komitmen dan kesabaran mengikuti prosesnya, untuk sekedar memastikan Andapun bisa mencapai prestasi yang teristimewa.
Oleh: ANDREW HO
Founder & Managing Director
KK INDONESIA
Diposting oleh Andy Pratama di 18.25 0 komentar
Label: Motivation Story
Bekas Jejak Langkah
Diceritakan tentang seorang pelajar yang baru saja menghuni vihara untuk mengemban tugas pelayanan kepada umat. Pada hari yang sama Guru Zen memberikan tugas pertama kepadanya, yaitu mengumpulkan sumbangan dari masyarakat. Di depan Guru Zen ia menunjukkan sikap senang karena telah dipercaya mengemban tanggung jawab tersebut.
Tetapi sampai keesokan siang harinya, biksu tersebut belum terlihat melaksanakan tanggung jawabnya. Biksu pemimpin justru mendapati biksu tersebut tidur. “Kenapa kamu tidak segera menjalankan tanggung jawabmu? ” tanya biksu pemimpin.
Ia berusaha menghindar dari tanggung jawabnya, dengan beralasan jika beraktifitas akan merusakkan puluhan pasang sepatu. “Daripada saya beraktifitas, bukankah lebih baik saya diam di kamar supaya sepatu-sepatu itu tidak rusak dan bisa digunakan oleh penghuni wihara lain,” ujarnya beralasan sambil menunjukkan puluhan pasang sepatu di bawah ranjangnya.
Biksu pemimpin mengernyitkan dahi, lalu mengajak biksu muda itu menuju halaman depan wihara. “Kalau kamu ingin menjadi biksu yang bijaksana dan disegani di negri ini, saya akan mengajarkan sebuah cara,” kata biksu pemimpin.
“Apakah kemarin kamu sudah pernah melewati halaman depan ini?” lanjut biksu pemimpin bertanya.
“Ya. Kemarin mudah dilalui karena tidak becek seperti ini,” jawab biksu muda itu.
“Semalam hujan deras, sehingga sekarang tanahnya becek. Coba kamu lewati lagi halaman ini. Pasti kamu meninggalkan jejak kakimu,” perintah sang biksu pemimpin.
Biksu muda mengikuti perintah sang guru, dan ia memang meninggalkan jejak kaki.“Lalu apa artinya semua ini?” tanya biksu muda.
“Jalan yang becek adalah perumpamaan sebuah perjalanan hidup yang membutuhkan perjuangan keras. Tetapi perjuangan itu akan menjadi kenangan manis dan selalu kita kenang ketika kita berhasil melaluinya dengan baik, seperti jejak-jejak kakimu itu yang terlihat jelas,” terang biksu pemimpin.
Penjelasan guru pemimpin benar-benar mengetuk kesadaran biksu muda tersebut. Selanjutnya ia selalu gigih berusaha menyelesaikan tanggung jawab dengan baik, meskipun tantangan yang harus ia terkadang cukup sulit. Setelah melewati proses perjalanan waktu yang cukup panjang, nama biksu tersebut semakin harum sebagai tokoh pendidikan ajaran Buddha terkemuka di Cina.
Pesan :
Tantangan kehidupan adalah produk perubahan. Sedangkan perubahan itu sendiri bersifat konstan atau abadi. Artinya selama kita masih bernafas, maka kita akan terus menghadapi berbagai bentuk tantangan.
Dari kisah diatas kita dapat belajar bahwa tantangan tak harus kita takuti atau dihindari. Karena tantangan-tantangan mendorong kita menyesuaikan diri, misalnya memperbaiki penampilan, pola pikir lebih positif dan kinerja aktif, kreatif, meningkatkan kemampuan, keimanan dan lain sebagainya. Bahkan tantangan dapat dikatakan sebagai satu hal yang senantiasa dibutuhkan manusia supaya lebih maju. “Anda tidak akan menjadi sukses tanpa menghadapi dan mengatasi sejumlah tantangan dan masalah,” tandas Mark Victor Hansen.
Oleh: ANDREW HO
Founder & Managing Director
KK INDONESIA
Diposting oleh Andy Pratama di 18.23 0 komentar
Label: Motivation Story
12,5 Dollar
Kejadian ini diceritakan terjadi pada tahun 1920 di Amerika Serikat. Saat itu seorang anak berusia 9 tahunan bermain bola di komplek rumahnya. Entah mengapa ia menendang bola terlalu keras dan mengenai kaca jendela sebuah rumah di komplek tersebut. Tak ayal kaca jendela itu pecah berkeping, sementara sang pemilik rumah marah besar.
Pemilik rumah minta ganti rugi untuk kaca yang sudah dipecahkan sebesar 12,5 dollar tak peduli siapapun pelakunya, seorang anak kecil sekalipun. Pada saat itu uang sebesar 12,5 dollar nilainya sangat besar, setara dengan 125 ekor ayam betina. Anak itu merasa takut sekaligus bingung karena tak punya uang.
Dengan wajah murung ia pulang meminta bantuan uang kepada ayahnya. “Kamu harus bertanggungjawab atas kesalahanmu. Jangan minta orang lain menanggung kesalahanmu,” kata ayahnya.
“Tapi, saya tidak punya uang,” jawab anak itu memelas.
“Saya akan meminjamkan uang untuk kamu. Tapi kamu harus mengembalikannya dalam satu tahun,” kata si ayah mengajukan syarat.
“Baiklah!” jawab anak itu senang.
Setelah itu si anak bekerja sampingan untuk mendapatkan uang. Dalam waktu 6 bulan ia berhasil mengumpulkan uang sebesar 12,5 dollar dan melunasi hutang kepada ayahnya. Si ayah sangat senang menerima uang dari anaknya. “Kamu memang seorang ksatria sejati!” puji ayahnya sambil tersenyum.
Pada masa selanjutnya tersiar kabar bahwa anak kecil itu berhasil menjadi presiden Amerika ke 40. Ia memerintah Amerika sejak tahun 1981 hingga 1989. Kisah tersebut adalah salah satu kejadian yang pernah dialami oleh Ronald Wilson Reagan (1911 – 2004).
Pesan :
Sikap bertanggung jawab adalah modal meraih keberhasilan di bidang apapun. Berdasarkan kisah di atas kita dapat melihat bahwa sikap tanggung jawab mendidik seseorang berusaha mengatasi masalah dan memperbaiki diri. Didikan dari orang tua menjadikan Ronald Reagan kecil tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Selama masa kepemimpinannya, Ronald Reagan dinilai cukup berhasil memajukan perekonomian Amerika Serikat. Dirinya juga dicintai rakyat. Hal itu nampak jelas dari kesedihan yang luar biasa dari sebagian besar rakyat Amerika ketika ia meninggal dunia pada tanggal 5 Juni 2004.
Masing-masing diantara kita sudah pasti dituntut bersikap bertanggung jawab, entah terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan, pekerjaan dan lain sebagainya. “Hari dimana Anda menerima tanggungjawab dan berhenti mencari alasan, di hari itulah Anda mulai melangkah menuju sukses,” O.J. Simpson. Menjalankan tanggung jawab dengan baik mendidik diri kita untuk senantiasa melakukan segala hal dengan baik dan benar.
Sebagaimana filsuf seperti Aristotle mengatakan, “Kualitas bukan suatu tindakan, tapi suatu kebiasaan.” Bila kita selalu membiasakan diri bersikap bertanggung jawab, maka sikap tersebut akan menjadi ciri khas dan memberi manfaat sangat besar terhadap diri kita. Misalnya seseorang yang selalu bertanggung jawab, maka ia akan memiliki satu jiwa luhur dan satu kekuatan semangat kerja yang luar biasa. Dengan kata lain, membiasakan diri bersikap tanggung jawab memberikan dampak positif lebih besar dibandingkan kerugiannya.
Oleh: ANDREW HO
Founder & Managing Director
KK INDONESIA
Diposting oleh Andy Pratama di 18.21 0 komentar
Label: Motivation Story
Selasa, 07 April 2009
12 Ekor Babi
Ada sekumpulan babi yang berjumlah 12 ekor. Mereka akan menyeberang sungai. Karena khawatir ada yang tertinggal, sebelum menyeberang babi senior menghitung jumlah mereka. Dengan suara lantang sang babi mulai menghitung satu per satu, “Satu, dua, tiga, ….” Berulang-ulang kali ia menghitung, tetapi selalu kurang satu.
“Aneh?! Tadi kan jumlah kita ada 12. Tapi kenapa sekarang tinggal 11?” katanya sambil mengernyitkan dahi. “Coba kalian bantu aku menghitung jumlah kita semua yang ada disini,” perintahnya. Maka semua babi membantu dan menghitung satu per satu. Tetapi semua babi mendapati bahwa jumlah mereka tetap hanya 11, padahal seluruh anggota mereka lengkap, tidak satupun diantara mereka yang hilang ataupun ketinggalan? Mereka mulai bingung dan kehilangan haluan.
Kebetulan ada seorang anak kecil yang sedari tadi memperhatikan tingkah para babi itu. Ia tertawa. Tawa anak kecil itupun mengundang perhatian sang babi senior. “Kenapa kamu tertawa? Seharusnya kamu membantu kami, bukannya menertawakan!” kata babi senior dengan nada sedikit tinggi.
Anak kecil itu tersenyum dan berkata, “Jumlah kalian memang 12, bukan 11. Kalian hanya menghitung yang lain, tapi tidak menghitung diri sendiri. Sepertinya kalian sudah melupakan diri sendiri.”
Pesan :
Kisah tersebut mengajak kita untuk mengenali diri sendiri sebelum menghitung kelebihan maupun kekuarangan orang lain. Ada baiknya secara berkala kita luangkan sedikit waktu untuk merenungi siapa diri kita yang sesungguhnya. Pada saat itulah kita dapat melihat siapa diri kita apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan.
Dengan cara demikian, kita akan menemukan potensi yang dapat kita kembangkan, maupun kekurangan yang harus diperbaiki. Tindakan tersebut jauh lebih bermanfaat daripada sekedar melihat dari sisi negatif atau menghitung kesalahan orang lain. Jay Sidhu mengungkapkan hal senada. “If you are aware of your weaknesses and are constantly learning, your potential is virtually limitless. You can build something that will be a legacy. – Jika Anda sadar akan kekurangan Anda dan berusaha dengan belajar terus menerus, potensi Anda akan berkembang tanpa batas. Dari sanalah Anda dapat membangun kejayaan,” katanya.
Oleh: ANDREW HO
Founder & Managing Director
KK INDONESIA
Diposting oleh Andy Pratama di 20.02 0 komentar
Label: Motivation Story
5 Ekor Monyet
Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-2. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda ?
Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-2 tersebut. Monyet A yang mula-2 mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-2 sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.
Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.
Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-2 sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik. “Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya”.
Ada teman-2 yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C.
Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel. “Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas … Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik …
Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang d iinginkannya…..
Artikel diadaptasi dari KL 348
Renungan
===================
Rekan Resensinet,
Manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini ?
Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka. Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-2 apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri. Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.
Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur. Orang-2 dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-2 seperti ini”,Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-2 seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-2 dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya” atau mungkin kalimat “Kamu mau gagal kayak si X … lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”. Bukankah hal-2 seperti itu yang sering kita dengar sehari-2 ?
Orang dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam menjalankan sesuatu. “Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal” adalah kekuatan yang selalu memompa motivasinya.
Dan kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu ketakutan.
Nah, saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa anda ke tahun 70-an. Apa yang akan anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata “Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar ? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho”.
Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tsb, bahkan mungkin menganggapnya gila.
Berapa orang yang akan menjawab “Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-2 kaya ?” Mungkin satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada.
Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia ?
Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya . Dikelilingi orang type ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.
Rekan-2 Resensinet Resensinet, saya yakin anda semua adalah orang type E. Setidaknya karena anda mau bergabung disini untuk belajar bersama, berbagi bersama, dan maju serta sukses bersama. Jangan biarkan orang lain membunuh impian anda. Maju terus, hadapi semua rintangan dan raih impian anda.
Diposting oleh Andy Pratama di 20.00 0 komentar
Label: Motivation Story